Workshop Penyusunan Program BBPPMPV BOE Tahun 2022
Keberhasilan pendidikan vokasi salah satunya diukur dari lulusan yang dapat diterima di dunia kerja dan berwirausaha. Hal ini untuk mengetahui efektivitas dan indeks keberhasilan pendidikan vokasi.
Pendidikan vokasi merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai posisi strategis untuk mewujudkan tenaga kerja yang berkualitas dengan adanya keterlibatan aktif dari DUDI. “Salah satu tujuan utama kita, adalah menjawab isu terbesar tantangan bahwa SMK lulusannya penyumbang terbesar angka pengangguran,” kata Dr. Moch. Widiyanto selaku narasumber (Koordinator SMK PK dari Direktorat SMK), saat memberikan paparan pada peserta Workshop
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, memerlukan peningkatan kualitas SDM dalam rangka revitalisasi pendidikan vokasi. Kebijakan kemendikbud dalam pendidikan vokasi berfokus pada 1) Pengembangan vokasi bidang mesin dan konstruksi; 2) Ekonomi kreatif; 3) Perhotelan; 4) Jasa keperawatan serta perlu dukungan dari berbagai pihak melalui kerja sama vokasi dengan kementerian/lembaga, lembaga diklat, dunia usaha dan dunia industri
Kegiatan tersebut digelar BBPPMPV BOE dalam rangka Worksop Penyusunan Program Tahun 2022, yang secara resmi dibuka dan sekaligus pengarahan kebijakan program Tahun 2022, oleh Bp. Anwar Sidarta, M.Si (Koodinator Penjaminan Mutu) Selasa (2/02/2022) di SGB Lt.2, direncanakan kegiatan berlangsung selama 3 hari setara 18 jam, dengan peserta 40 pegawai BBPPMPV BOE dari unsur manajemen, widyaiswara, dan staf bidang teknis.
Dalam paparannya lebih lanjut Pak Widianto menyampaikan sasaran program 1 dengan meningkatnya jumlah lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi yang memperoleh pekerjaan dan berwirausaha satu tahun setelah kelulusan, melalui proses pembelajaran bermutu dengan mendekatkan ketrampilan pada keahlian tertentu yang dibutuhkan oleh industri agar dapat dirasakan secara langsung, melalui penyesuaian kurikulum pendidikan berbasis industri, proses pemagangan, dan teaching factory disekolah.
Pada sasaran program 2 berorintasi pada mutu pendidikan SMK berstandar Industri yang ditandai dengan guru dan kepala SMK yang berkompetensi, bermitra strtegis dengan DUDI. Keberadaan status SMK sebagai Center of Excellence (COE) diharapkan dapat melakukan pengembangan kompetensi pendidik serta tenaga kependidikan vokasi yang memiliki sertifikat industri, melakukan kerjasama dengan industri, penyelarasan kurikulum berstandar industri, dan terakreditasi oleh industri dan dilakukan sebagai tempat pemagangan tempat diklat masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan, TUK, memperoleh bantuan dana bantuan pelatihan, penguatan produksi dan jasa
Pada sasaran program 3 dengan Terwujudnya pendidikan tinggi vokasi yang berkualitas dan berstandar industri. Pada sasaran program 4 dengan terwujudnya pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan Industri. sedangkan pada Sasaran program 5 dengan terwujudnya tata kelola Ditjen Pendidikan Vokasi yang berkualitas.
Tujuan akhir dari pengembangan pendidikan vokasi adalah dengan terserapnya lulusan pendidikan vokasi di industri-industri strategis. Harmonisasi hubungan antara industri dengan pendidikan vokasi ini dibangun melalui pola kemitraan untuk membangun kepercayaan antara kedua belah.
Dalam kegiatan tersebut Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi ikut berperan dalam pembangunan pengembangan sumber daya manusia dengan mengevaluasi kembali target program sebelumnya, sebagai masukan dalam menyusun rencana program pengembangan institusi dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan diklat, disesuaikan dengan Kebijakan dan Renstra Kemdikbud Tahun 2020-2024 serta Kebijakan, Renstra, dan Program Ditjen Pendidikan Vokasi Tahun 2020-2024.
Berpedoman pada Visi Indonesia 2045 dan RPJMN 2020-2024, Pemerintah Indonesia saat ini sedang bekerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang unggul, berbudaya, danmenguasai IPTEK, dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Pada kegiatan tersebut dilakukan review program/kegiatan Tahun 2022, berlanjut sinkronisasi program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi/Direktorat SMK dengan mengundang sebagai narasumber selaku koordinator SMK PK, dari Direktorat SMK, hari ke dua dilanjutkan penyusunan petunjuk pelaksanaan program/kegiatan 2022 dan hari ke tiga presentasi dan rencana tindak lanjut hingga evaluasi kegiatan sebagai penutup.
