BBPPMPV BOE Selenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Berbasis Dunia Kerja Angkatan 2

BBPPMPV BOE Selenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Berbasis Dunia Kerja Angkatan 2

BBPPMPV BOE Selenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Berbasis Dunia Kerja Angkatan 2

BBPPMPV BOE) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur/Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Berbasis Dunia Kerja Angkatan 2 Tahun 2026.

Sebanyak 40 instruktur LKP dari berbagai daerah mengikuti pelatihan yang terbagi ke dalam dua bidang keahlian, yakni Sistem Embedded, Mikrokontroler dan Internet of Things serta Pemeliharaan Mesin dan Sistem Pemindah Tenaga Sepeda Motor Berbasis Standar Industri. Kedua program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga membangun kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan budaya kerja industri.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP

Yusnalin, Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV BOE  dalam arahannya di acara pembukaan kegiatan, menyatakan bahwa Lembaga Kursus dan Pelatihan memiliki peran strategis dalam peningkatan ketrampilan dan mengurangi pengangguran. 

"LKP adalah cara cepat bagi masyarakat untuk memperoleh ketrampilan, cepat mengatasi pengangguran dan murah biayanya. Sehingga peningkatan kompetensi para instruktur LKP sangat penting untuk mendukung hal ini"

BBPPMPV BOE tahun ini merencanakan melakukan peningkatan kompetensi terhadap 76 instruktur LKP, dan hingga saat ini sudah melampaui target. Ada 80 instruktur LKP yang menjadi peserta pelatihan di BBPPMPV BOE

Pelaksanaan Kegiatan

M. Nurhadi, Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi BBPPMPV BOE, menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini berlangsung secara bertahap mulai 7 hingga 23 Juli 2026. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional instruktur dan pengelola LKP agar mampu menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pelatihan daring, pelatihan luring di BBPPMPV BOE Malang, serta magang industri di perusahaan mitra.

Peserta terlebih dahulu mengikuti pembelajaran daring selama empat hari untuk membangun fondasi kompetensi. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan tatap muka di BBPPMPV BOE selama enam hari yang difokuskan pada pendalaman materi teknis, praktik pembelajaran berbasis proyek, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Sebagai puncak kegiatan, peserta melaksanakan magang industri selama empat hari di perusahaan mitra guna memperoleh pengalaman langsung mengenai proses bisnis, budaya kerja, dan perkembangan teknologi terkini.

Untuk mendukung ketercapaian kompetensi, BBPPMPV BOE menggandeng sejumlah mitra industri yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan SDM vokasi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pendampingan langsung dari para widyaiswara BBPPMPV BOE yang kompeten di bidangnya, serta praktisi industri yang memberikan pembelajaran berbasis pengalaman nyata di tempat kerja. Model pembelajaran ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga kursus dengan dunia industri sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Penutup

Melalui penyelenggaraan program ini, BBPPMPV BOE menargetkan terwujudnya peningkatan kompetensi profesional instruktur LKP, penguatan implementasi kurikulum berbasis industri, peningkatan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta berkembangnya kemitraan yang lebih erat antara lembaga kursus dengan dunia usaha dan dunia industri.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BBPPMPV BOE terus berupaya menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung revitalisasi pendidikan vokasi sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Bagikan:
WhatsApp