Presiden Prabowo Apresiasi Rumah Pendidikan, Transformasi Digital Pendidikan Indonesia Mendapat Pengakuan Internasional

Presiden Prabowo Apresiasi Rumah Pendidikan, Transformasi Digital Pendidikan Indonesia Mendapat Pengakuan Internasional

Presiden Prabowo Apresiasi Rumah Pendidikan, Transformasi Digital Pendidikan Indonesia Mendapat Pengakuan Internasional

Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan seluruh peserta didik di Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, tanpa terkecuali.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi di bidang pendidikan, salah satunya melalui platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Platform digital tersebut berperan sebagai portal pembelajaran terintegrasi yang memudahkan guru dan peserta didik dalam mengakses beragam sumber belajar secara daring.

Dalam keterangannya, Presiden mengungkapkan bahwa Rumah Pendidikan yang terintegrasi dengan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Platform ini juga menyediakan 4.843 sumber belajar gratis serta memberikan dukungan bagi ratusan ribu guru, khususnya yang bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan kabar membanggakan bahwa Indonesia berhasil meraih penghargaan tertinggi dari International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 kategori e-Government. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan dunia atas komitmen Indonesia dalam mengembangkan layanan pemerintahan berbasis digital, termasuk di sektor pendidikan.

Transformasi pembelajaran digital juga diperkuat melalui penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan. Setelah mendistribusikan satu unit Interactive Flat Panel (IFP) ke setiap sekolah pada tahun sebelumnya, pemerintah melanjutkan program tersebut dengan menambah tiga unit IFP untuk setiap sekolah di seluruh Indonesia.

Presiden berharap proses distribusi perangkat tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 atau paling lambat pada semester pertama tahun 2027. Dengan penambahan sekitar 700 ribu smart digital panel, diharapkan seluruh sekolah di Indonesia memiliki fasilitas yang semakin memadai dalam mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.

Pemanfaatan platform Rumah Pendidikan yang didukung oleh penyediaan perangkat digital di sekolah diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pembelajaran. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi seluruh peserta didik.

Sebagai informasi, Rumah Pendidikan mencatatkan prestasi bersejarah dengan meraih predikat Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 kategori e-Government. Penghargaan yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) tersebut menjadi pencapaian pertama bagi Indonesia setelah penantian selama 14 tahun, sekaligus menegaskan kiprah Indonesia dalam menghadirkan inovasi digital yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan.

Bagikan:
WhatsApp