BBPPMPV BOE Resmi Buka Upskilling–Reskilling Guru Kejuruan Angkatan V dan VI
Malang — Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) resmi membuka kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri Pola Lembaga–Magang Angkatan V dan VI pada Selasa, 18 Februari 2026. Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Mitreka Satata Graha dan diikuti oleh para guru kejuruan dari berbagai daerah di Indonesia.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Muhammad Nurhadi, SE, M.Acc., selaku Ketua Tim Kerja Peningkatan Kompetensi. Dalam laporannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempercayakan BBPPMPV BOE sebagai mitra pengembangan kompetensi guru. Ia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada peserta yang telah memulai puasa, seraya menegaskan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan puasa dimaknai sebagai kekayaan nilai kebersamaan dan saling memahami.

Muhammad Nurhadi menjelaskan bahwa pelatihan ini telah memasuki Angkatan V dan VI, sementara beberapa balai lain masih berada pada angkatan awal. Hal ini menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan BBPPMPV BOE dalam menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi guru kejuruan secara periodik. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menjawab dinamika program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, khususnya pada fokus “pendidikan bermutu untuk semua”.
Tujuan utama pelatihan ini adalah memperkuat kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan kualitas metode dan pola pembelajaran, serta mendorong peningkatan mutu lulusan SMK melalui peran guru. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antarpeserta dari berbagai daerah dan latar belakang kompetensi keahlian.
Pelatihan dilaksanakan secara luring pada 18–28 Februari 2026 dan dilanjutkan dengan uji kompetensi berbasis industri. Pada akhir program, peserta akan mengikuti magang di industri mitra SMK masing-masing pada 2–12 Maret 2026. Pola ini diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Muhammad Nurhadi juga melaporkan bahwa pada hari yang sama telah dibuka pelatihan Upskilling–Reskilling Guru Kejuruan Pola Pusat Belajar di SMKN 3 Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, untuk kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan. Program tersebut akan berlangsung hingga 28 Maret 2026. Secara keseluruhan, pelatihan Angkatan V dan VI di BBPPMPV BOE diikuti sekitar 150 peserta yang terbagi dalam 10 kelas, dengan asal peserta dari Sulawesi, NTT, NTB, Bali, serta beberapa daerah di Jawa. Untuk kompetensi Teknologi Bangunan, tercatat sejumlah peserta berasal dari luar Pulau Jawa.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Yusnalin, SS., MM., selaku Kepala Bagian Tata Usaha BBPPMPV BOE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan serta penghormatan kepada seluruh panitia dan peserta. Ia juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H, baik bagi yang telah memulai puasa maupun yang akan memulai keesokan harinya. Bulan Ramadan dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat toleransi, semangat kebersamaan, dan etos belajar para peserta.
Disampaikan pula bahwa pelaksanaan pelatihan tahun ini merupakan hasil evaluasi dari angkatan sebelumnya, khususnya terkait penjadwalan agar tidak berbenturan dengan kegiatan penting di sekolah seperti ujian dan Asesmen Nasional. Penyesuaian waktu pelatihan dilakukan agar kegiatan lebih efektif dan tidak mengganggu tugas utama guru di sekolah.
Selain program Upskilling–Reskilling Guru Kejuruan, pada tahun 2026 BBPPMPV BOE juga akan melaksanakan berbagai program prioritas lainnya, antara lain pelatihan pembelajaran mendalam, penguatan inovasi pembelajaran, pelatihan bagi instruktur LKP dan teknisi bengkel, serta program pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran. Program-program tersebut akan melibatkan SMK di wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, Maluku Utara, serta seluruh provinsi di Sulawesi, sesuai dengan pembagian wilayah kerja nasional.
Karena dilaksanakan pada bulan Ramadan, teknis kegiatan pelatihan juga disesuaikan. Jam masuk dimundurkan menjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan waktu selesai dipercepat agar peserta tetap bugar. Panitia menyiapkan layanan konsumsi yang menyesuaikan kondisi peserta, termasuk sahur dan berbuka puasa bagi peserta yang menginap, serta dukungan fasilitas ibadah di lingkungan balai.
Di akhir sambutan, disampaikan harapan agar seluruh peserta tetap menjaga semangat belajar meskipun mengikuti pelatihan di bulan puasa, serta mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi profesional sebagai guru kejuruan berstandar industri.
