BBPPMPV BOE Resmi Buka Pelatihan KIK, Projek IPAS, Informatika Angkatan II dan Workshop Evaluasi Dampak Pelatihan
Malang, 23 Februari 2026 – BBPPMPV BOE secara resmi membuka dua kegiatan strategis sekaligus, yakni Pelatihan Guru Umum (Mapel Kejuruan) Kreativitas, Inovatif dan Kewirausahaan (KIK), Projek IPAS dan Informatika Angkatan II serta Workshop Perancangan Evaluasi Dampak Pelatihan (Tahap I). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia pendidikan vokasi, khususnya di lingkungan SMK.

Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Muhammad Nurhadi, S.E., M.Acc., selaku Ketua Tim Kerja Peningkatan Kompetensi BBPPMPV BOE. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar yang selaras dengan alur pembelajaran, sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru. Sementara itu, workshop dirancang untuk menyusun kerangka evaluasi dampak pelatihan serta mengembangkan instrumen pengukuran yang lebih akurat dan berbasis data.
Pelatihan guru mapel kejuruan dilaksanakan selama enam hari, mulai 23 hingga 24 Februari 2026, dengan total peserta sebanyak 60 orang yang terdiri atas 20 peserta KIK, 20 peserta Projek IPAS, dan 20 peserta Informatika. Adapun Workshop Perancangan Evaluasi Dampak Pelatihan berlangsung selama tiga hari, dari 23 hingga 25 Februari 2026, dengan melibatkan widyaiswara dan jabatan fungsional internal. Struktur materi pelatihan mencakup materi umum 3 JP, materi pokok 53 JP, dan materi penunjang 4 JP, sedangkan workshop dirancang selama 21 JP.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala BBPPMPV BOE, Dr. I Gusti Made Ardana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan dan workshop angkatan kedua yang diikuti sekitar 150 peserta, dari kapasitas lembaga yang mampu menampung lebih dari 300 peserta. Pelaksanaan kegiatan dipercepat sejak awal tahun sebagai bagian dari strategi lembaga dalam memenuhi target penyerapan anggaran secara bertahap dan akuntabel.
Fokus pelatihan diarahkan pada penguatan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, serta pembelajaran berbasis proyek, khususnya pada bidang informatika. Ke depan, lembaga juga merencanakan pelatihan lanjutan pada bidang Bahasa Inggris dan Matematika guna memperkuat kompetensi peserta didik.

Dari sisi kelembagaan, perubahan struktur organisasi di tingkat direktorat turut menjadi perhatian. Pendidikan kejuruan kini tergabung dalam Direktorat Pendidikan Menengah dan Khusus, sehingga diperlukan penyesuaian program agar tetap relevan dengan regulasi terbaru dan kebutuhan pendidikan SMK. Peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi pribadi sekaligus membangun jejaring dan mereplikasi praktik baik di sekolah masing-masing.
Workshop evaluasi dampak pelatihan diarahkan untuk menghasilkan dokumen resmi berbasis kajian dan data. Dokumen ini menjadi bukti bahwa lembaga tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga melakukan pengendalian mutu secara sistematis. Evaluasi akan melibatkan pihak eksternal agar hasilnya lebih objektif, terutama dalam mengukur dampak pelatihan terhadap peningkatan mutu pendidikan SMK.
Secara keseluruhan, kegiatan ini bertujuan untuk:
- Memenuhi target penyerapan anggaran secara tepat waktu dan bertanggung jawab.
- Meningkatkan kompetensi guru umum dan kejuruan melalui pelatihan tematik dan relevan.
- Menghasilkan dokumen evaluasi dampak pelatihan yang resmi dan berbasis kajian.
- Memperkuat peran lembaga dalam peningkatan mutu pendidikan SMK.
- Mendorong replikasi praktik baik di sekolah-sekolah peserta.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Semoga apa yang telah diupayakan melalui pelatihan dan workshop ini senantiasa membawa perubahan positif, khususnya bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata bagi peserta didik di SMK masing-masing.
