BBPPMPV BOE Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi melalui Program Upskilling, Reskilling, dan Pembelajaran Mendalam Awal Tahun 2026
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) kembali menyelenggarakan rangkaian program strategis peningkatan kompetensi pendidik vokasi pada awal tahun 2026. Program ini mencakup Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri serta Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru SMK Provinsi Jawa Timur.
Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri
BBPPMPV BOE menyelenggarakan Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri pola Lembaga–Magang Angkatan I dan Angkatan II sebagai upaya nyata menjembatani kesenjangan kompetensi guru SMK dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 18–30 Januari 2026, dengan pelatihan luring pada 19–29 Januari 2026 bertempat di BBPPMPV BOE Malang, serta dilanjutkan magang industri pada 2–12 Februari 2026 di industri mitra SMK. Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 pukul 07.30 WIB.
Setiap angkatan diikuti oleh 75 peserta yang terbagi ke dalam lima kelas keahlian.
Pada Angkatan I, kelas yang diselenggarakan meliputi Perancangan Gedung Berbasis BIM, Teknik Pemesinan Bubut dan Gerinda Silindris, Sistem Embedded Mikrokontroler dan IoT, Pemeliharaan Engine Kendaraan Ringan, serta Administrasi Jaringan Komputer.
Sementara itu, Angkatan II meliputi Teknik Pengukuran dan Pematokan (Stakeout), Teknik Pengelasan SMAW, Pemrograman Aplikasi Sistem Pengendali Berbasis Mikrokontroler, Pemeliharaan Mesin dan Pemindah Tenaga Sepeda Motor, serta Pemrograman Web Framework.
Melalui pola pelatihan yang terintegrasi dengan magang industri, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman autentik berbasis standar industri yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran di SMK.
Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah SMK
Selain penguatan kompetensi teknis guru, BBPPMPV BOE juga menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) bagi Kepala Sekolah SMK Provinsi Jawa Timur Angkatan I. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Pelatihan dilaksanakan secara luring pada 19–24 Januari 2026 di BBPPMPV BOE, dengan proses check-in dan registrasi pada 18 Januari 2026, serta pembukaan pada 19 Januari 2026 pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 60 Kepala Sekolah SMK binaan dan diselenggarakan selama 6 hari setara 60 jam pelajaran.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam menekankan penciptaan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui integrasi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Melalui pelatihan ini, kepala sekolah diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi satuan pendidikan, menerapkan kepemimpinan pembelajaran, serta merancang dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif sebagai bagian dari program kepemimpinan sekolah.
Pembelajaran Mendalam bagi Guru SMK
Sejalan dengan penguatan kepemimpinan sekolah, BBPPMPV BOE juga menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru SMK Provinsi Jawa Timur yang diikuti oleh 60 guru SMK. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru dalam merancang, mengimplementasikan, dan merefleksikan pembelajaran bermutu sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam.
Setelah mengikuti pelatihan, guru diharapkan mampu menerapkan pola pikir bertumbuh, menyusun rencana dan asesmen Pembelajaran Mendalam, menganalisis praktik pembelajaran, serta mengembangkan inkuiri kolaboratif di komunitas belajar.
Penguatan Arah Kebijakan Pendidikan Vokasi
Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., yang hadir memberikan penguatan kebijakan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan SMK tidak semata-mata bertujuan menyiapkan peserta didik untuk cepat bekerja, melainkan membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, dan jernih sebagai bekal utama menghadapi perubahan.
Penguatan literasi, kebiasaan belajar, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab dinilai sebagai fondasi penting agar lulusan SMK mampu menentukan arah masa depannya secara sadar dan berkelanjutan. Guru memiliki peran strategis dalam membimbing dan memotivasi peserta didik untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan menghadapi jenjang kehidupan setelah lulus.
Melalui kegiatan ini, BBPPMPV BOE berkomitmen memperkuat kualitas pendidik vokasi agar adaptif terhadap perkembangan industri dan mampu mendorong SMK sebagai penggerak perubahan pendidikan.