BBPPMPV BOE Malang Gelar Pembukaan Tiga Kegiatan Pelatihan Sekaligus
Malang, 25 Agustus 2024 – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) menggelar pembukaan tiga kegiatan pelatihan sekaligus, yakni Pembelajaran Mendalam (untuk Kepala Sekolah dan Guru SMK), Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK), serta Projek IPAS Elektronika. Acara berlangsung di Aula BBPPMPV BOE Malang dengan laporan kegiatan disampaikan oleh Dr. Ir. Abdul Rochim, M.M., selaku Ketua Tim Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi PTK.
Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan pola pikir bertumbuh, kepemimpinan pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang bermakna, adaptif, dan kolaboratif. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu merancang visi pembelajaran, mengimplementasikan strategi kolaboratif, dan memperkuat praktik kepemimpinan di sekolah.
Struktur pelatihan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu IN-1 (40 jam), ON (120 jam selama tiga bulan), dan IN-2 (32 jam), yang diawali dengan pembelajaran daring asinkronus dan belajar mandiri. Selain itu, pelatihan KIK dan Projek IPAS Elektronika dilaksanakan selama 60 jam tatap muka di Malang, disertai penyusunan modul pembelajaran yang diselaraskan dengan konsep pembelajaran mendalam.
Dalam arahannya, Kepala BBPPMPV BOE Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T. menekankan pentingnya menyebarkan hal-hal positif dari pelatihan melalui media sosial. Peserta didorong untuk membuat konten singkat yang menampilkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, bukan sekadar hiburan, agar citra pelatihan semakin positif di mata masyarakat dan kementerian.
Beliau juga menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung pemerintah melalui BOS Kinerja maupun anggaran balai, sehingga peserta tidak dibebani biaya. Dedikasi guru dari daerah jauh seperti NTT, Maluku, dan Sulawesi yang datang dengan biaya transportasi mandiri turut diapresiasi sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Lebih lanjut, Dr. Ardana menyoroti program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis yang terbukti dapat mengurangi potensi bullying di sekolah akibat perbedaan ekonomi. Guru, menurutnya, memiliki peran ganda sebagai pengajar sekaligus pendidik yang bertugas menanamkan karakter positif dan mencegah lahirnya bibit-bibit senioritas serta perilaku negatif di lingkungan sekolah.
Menutup arahannya, Kepala BBPPMPV BOE mengingatkan pesan Menteri agar guru dan kepala sekolah menempatkan diri sebagai pelayan bagi siswa, bukan sebaliknya. Para peserta pun diajak memanfaatkan waktu pelatihan untuk belajar, berdiskusi, mengambil praktik baik dari sekolah lain, serta menikmati suasana kegiatan tanpa terbebani urusan rumah maupun pekerjaan di sekolah.
