BBPPMPV BOE Kembangkan Micro Learning Object (MLO) berbantuan Artificial Intelligence
Salah satu peran pendidik/guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah sebagai sumber belajar (learning resources), dapat diartikan bahwa guru sangat berperan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan. Namun demikian seiring dengan berjalannya waktu fenomena tersebut berubah dengan cepat, terutama dalam abad teknologi dan informasi seperti sekarang ini, sehingga pembelajar dapat mempelajarinya dari berbagai sumber belajar.
Namun demikian, guru tetap mempunyai peran yang sangat penting dalam membelajarkan siswa-siswinya. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. John Hattie dari Auckland University New Zealand, dinyatakan bahwa faktor penentu keberhasilan prestasi siswa dipengaruhi antara lain: karakteristik siswa (49%), guru/pendidik (30%), lingkungan sekolah, kondisi rumah/ keluarga, dan pengaruh teman sebaya masing-masing sebesar 7%. Hal tersebut dapat diartikan bahwa betapa penting dan prioritasnya peran pendidik/ guru sebagai penentu keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pendidikan/ sekolahnya.
Dengan demikian sudah selayaknya semua guru jenjang SMK dapat memperoleh peningkatan kompetensi secara periodik dan bekelanjutan yang difasilitasi dan diselenggarakan oleh BB/BPPMPV termasuk oleh BBPPMPV BOE Malang, namun pada kenyataannya kapasitas dan anggaran yang tersedia menjadi kendala dalam penyelenggaraan peningkatan kompetensi terutama untuk guru-guru kejuruan di wilayah kerja BBPPMPB BOE.
Saat ini BBPPMPV BOE Malang sedang mengembangkan layanan fasilitasi pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui transformasi digital. Dengan cara itu jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang dapat ditingkatkan kompetensinya akan semakin masif, efektif, dan efisien. Bentuk konkret dari transformasi digital dalam bidang pendidikan dan pelatihan adalah Massive Open Online Cource (MOOC). Program yang dikembangkan agar guru dapat mengakses pelatihan melalui MOOC. Melalui kegiatan pelatihan ini pula guru-guru diharapkan dapat mendesain dan membuat modul-modul ajar berbasis MOOC mengacu pada Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan masing-masing.
Desain Pelatihan Guru Kejuruan MOOC (Pengembangan Micro Learning Object Berbantuan Artificial Intelligence) yang diselenggarakan oleh BBPPMPV BOE Malang dilakukan selama 6 hari setara dengan 50 JP @45 menit di Hotel Aria Gajayana Malang.

Dalam Sambutannya, Dr. Siyamta, mengawalinya dengan membacakan pantun, selanjutnya disampaikan bahwa di Era Transforamsi Digital saat ini, maka guru harus dapat menyiapkan Micro Learning Object (MLO) berbantuan Artificial Intelligence (AI) yang nantinya dapat digunakan untuk mengisi LMS di BBPPMPV BOE Malang maupun untuk pembelajaran siswanya di sekolah. Ke depaan, MLO ini akaan diintegrasikan dengan Plaatform Merdeka Mengajar (PMM). Saat ini sedang dilakukan Pilot Project terkait dengan Integrasi LMS dari http://bima.vedcmalang.or.id ke Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang beralamatkan di https://lms.guru.kemdikbud.go.id.
Pada sambutan terakhirnya disampaikan bahwa “AI memang tidak akan dapat menggantikan peran Guru, tetapi guru yang memanfaatkan Teknologi AI dalam Pembelajarannya, maka akan dapat membantu Pekerjaannya menjadi lebih Mudah, Cepat, Efektif dan Effisien”.

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Pejabat dari BBPPMPV BOE Malang, Abdul Rochim, Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang pentingnya Literasi Digital untuk para guru. Beberapa Episode Merdeka Belajar yang terkait dengan Peran dan Fungsi Guru dalam membelajarkan para generasi masa depan, maka perlu disukseskan agar ke depan menjadi lebih baik lagi. Guru dapat belajar melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang sudah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
