60 Guru SMK dari 9 Provinsi Siap Perkuat Kompetensi melalui Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri

60 Guru SMK dari 9 Provinsi Siap Perkuat Kompetensi melalui Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri

60 Guru SMK dari 9 Provinsi Siap Perkuat Kompetensi melalui Upskilling dan Reskilling Berstandar Industri

Malang, 7 September 2026 — Semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja mempertemukan 60 guru SMK dari sembilan provinsi di BBPPMPV BOE Malang. Mereka mengikuti Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri Pola Lembaga-Magang Angkatan XXI Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Senin (7/9/2026) di Ruang Pramudita BBPPMPV BOE.



Pembukaan kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Muh. Nurhadi, S.E., M.Acc. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membekali guru SMK agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tuntutan dunia industri.

Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi guru tidak hanya berfokus pada aspek teknis kejuruan. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik, mengubah pola pikir (mindset), serta membiasakan guru dengan iklim dan budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu, pelatihan bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, memperkuat kerja sama dan kemitraan dengan dunia industri, meningkatkan kemampuan menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), serta mendorong implementasi pembelajaran berbasis projek.

Dari Pelatihan Menuju Pengalaman Industri

Program Upskilling dan Reskilling Angkatan XXI dilaksanakan melalui rangkaian pembelajaran yang terintegrasi. Tahap daring telah berlangsung pada 2–4 September 2026, dilanjutkan dengan pelatihan luring pada 7–13 September 2026, kemudian peserta akan mengikuti magang industri pada 15–19 September 2026.

Peserta juga akan mengikuti uji kompetensi dan menyusun rencana tindak lanjut yang diharapkan dapat diterapkan di SMK masing-masing. Magang industri dilaksanakan dengan memanfaatkan industri mitra dari SMK asal peserta.

Rangkaian program tersebut dirancang agar hasil pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah.

60 Guru dari 9 Provinsi

Angkatan XXI diikuti oleh 60 peserta dari sembilan provinsi, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.

Dalam laporannya, Muh. Nurhadi juga mengapresiasi perjuangan para peserta yang datang dari berbagai daerah. Sebagian peserta bahkan harus menempuh perjalanan hingga dua hari untuk dapat hadir di BBPPMPV BOE Malang.

Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa peningkatan kompetensi membutuhkan kemauan untuk keluar dari zona nyaman dan terus belajar.

Pelatihan dilaksanakan selama 15 hari dengan beban pembelajaran 150 jam pelajaran (JP) dan terbagi dalam empat kelas kejuruan, yaitu Metode Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Gedung, Teknik Pengelasan GMAW dan FCAW, Pemeliharaan Chasis dan ABS Sepeda Motor, serta Pemrograman Mobile App.

Guru sebagai Teladan di Era Digital

Sementara itu, dalam arahan pembukaan, Kepala BBPPMPV BOE, Dr. Anwar Sidarta, M.Si., menekankan pentingnya peran guru dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan dan perkembangan teknologi digital.

Menurut Anwar, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berada di lingkungan sekolah. Perkembangan teknologi dan tingginya intensitas masyarakat berinteraksi dengan dunia digital turut memengaruhi kehidupan dan karakter peserta didik.

Karena itu, guru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik, terutama melalui sikap, kedisiplinan, dan perilaku sehari-hari.

“Bapak-Ibu harus menjadi contoh. Dengan sikap, kemudian berlaku disiplin,” pesan Anwar kepada para peserta.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pelatihan, bahwa peningkatan kompetensi guru tidak semata-mata tentang penguasaan teknologi atau keterampilan kejuruan. Lebih dari itu, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan.

Menyiapkan Guru SMK yang Adaptif dan Relevan

Melalui Upskilling dan Reskilling Angkatan XXI, BBPPMPV BOE Malang berupaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang semakin terhubung dengan dunia kerja dan dunia industri.

Perpaduan antara pembelajaran teknis, penguatan pedagogik, pengalaman industri, pembelajaran mendalam, dan implementasi berbasis projek diharapkan mampu menghasilkan guru SMK yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan industri.
 

Bagikan:
WhatsApp