180 Guru SMK Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BBPPMPV BOE Malang
Transformasi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan guru yang tidak hanya menguasai substansi keilmuan, tetapi juga mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Menjawab kebutuhan tersebut, BBPPMPV BOE Malang menyelenggarakan Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Pola Blended Berbasis Mata Pelajaran Angkatan 1.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi guru SMK dalam memahami sekaligus mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam sesuai dengan tugas dan fungsi guru. Kegiatan dilaksanakan dalam pola blended learning, yang memadukan pembelajaran daring dan luring.
180 Guru dari Berbagai Wilayah Mengikuti Pelatihan
Pelatihan Angkatan 1 merupakan bagian dari lima angkatan yang direncanakan berlangsung pada September–Oktober 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 2–4 September 2026 dengan beban setara 24 JP, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran luring pada 6–9 September 2026 selama 30 JP di BBPPMPV BOE Malang.
Sebanyak 180 guru SMK mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari 60 SMK dan dikelompokkan berdasarkan rumpun mata pelajaran kejuruan yang kemudian dikolaborasikan dengan mata pelajaran Matematika/IPAS serta Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia. Setiap SMK mengirimkan tiga orang guru yang terdiri atas satu guru mata pelajaran kejuruan, satu guru Matematika/IPAS, serta satu guru Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia.
Para peserta terbagi ke dalam enam kelas, yaitu Teknik Bangunan, Teknik Pemesinan/Pengelasan, Teknik Elektronika, dua kelas Teknik Otomotif, dan Informatika.
Sebaran peserta juga mencerminkan cakupan wilayah yang cukup luas. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Sampang, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Kota Blitar, hingga Kota Surabaya.
Mendorong Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Pendekatan pembelajaran mendalam menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, pembelajaran diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang memuliakan peserta didik dengan mengedepankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Pendekatan tersebut juga menempatkan proses pembelajaran secara lebih holistik melalui integrasi olah pikir, olah rasa, dan olah raga. Dengan demikian, pembelajaran tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong pengalaman belajar yang lebih utuh bagi peserta didik.
Dalam konteks pendidikan vokasi, implementasi pendekatan pembelajaran mendalam diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pembelajaran yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan pendidikan SMK.
Kolaborasi Lintas Mata Pelajaran
Salah satu karakteristik pelatihan ini adalah strategi pelaksanaan yang berbasis mata pelajaran dengan melibatkan kolaborasi lintas rumpun. Guru kejuruan tidak berdiri sendiri, tetapi belajar bersama guru Matematika/IPAS dan Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia dalam satu ekosistem pembelajaran.
Pola tersebut membuka ruang bagi para guru untuk melihat pembelajaran dari perspektif yang lebih luas. Kompetensi kejuruan dapat dihubungkan dengan kemampuan numerasi, sains, komunikasi, maupun literasi sehingga pembelajaran di SMK dapat semakin kontekstual dan terintegrasi.
Melalui proses pembelajaran selama pelatihan, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu mengembangkan kemampuan untuk mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam dalam pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Dari Pelatihan Menuju Perubahan di Kelas
Pelatihan pada akhirnya bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi yang berlangsung selama beberapa hari. Lebih jauh, pelatihan ini diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk membawa gagasan baru ke dalam kelas dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Anwar Sidarti, M.Si., hadir dalam pembukaan kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada peserta. Kegiatan ini juga didukung oleh widyaiswara serta panitia BBPPMPV BOE dalam pelaksanaan pembelajaran pada enam kelas.
Dengan semangat kolaborasi dan pengembangan kompetensi berkelanjutan, Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Mendalam Pola Blended Berbasis Mata Pelajaran diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran SMK.
Sebanyak 180 guru yang mengikuti Angkatan 1 diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan vokasi yang terus bergerak menuju pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
